Anatomy mata
Fungsi dan Bagian Mata

Cornea
·
Cornea adalah bagian luar mata yang melengkung
·
Bagian mata
ini yang mengontrol hampir 80% daya pembiasan mata.
·
Cornea
mendapat nutrisi dari airmata yang berfungsi sebagai pelumas
Lensa
·
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya
pada retina.
·
Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya
(akomodasi).
Retina dan
Syaraf Mata
·
Retina bekerja seperti film dalam kamera yang merekam
gambar suatu objek.
·
Gambar tersebut kemudian dikirim melalui syaraf – syaraf
optik menuju otak untuk diterjemah
Retina
·
Retina adalah
selaput sensitif terhadap cahaya , melapisi bagian belakang bola mata.
·
Fungsinya mendeteksi gerakan disekitar penglihatan dan
melihat di malam hari.
Iris
·
Iris adalah
selaput berwarna yang terletak di antara cornea dan lensa mata.
·
Otot iris
dirangsang oleh ada atau tidaknya cahaya yang masuk ke dalam mata .
·
Fungsi iris
mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.
Pupil
·
Pupil adalah
bintik tengah yang berwarna hitam yang merupakan celah dalam iris melalui mana
cahaya masuk guna untuk mencapai retina.
Conjutiva
·
Permukaan
dalam kelopak mata
·
Selaput
transparan yang melapisi kornea dan sclera dan bagian dalam kelopak mata
(palpebra).
·
Konjungtiva
penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf.
Ciliary Body
·
Ciliary body
atau otot ciliar berfungsi mengatur fokus cahaya dengan mengubah bentuk lensa.
·
Bersifat
Involuntary, menambah kemampuan fokus pada lensa.
Humor aqeus
& Humor vitreus
·
Humor
aqueous, cairan yang terdapat di depan lensa dan humor vitreous, cairan yang
terdapat di bagian belakang lensa.
·
Kedua cairan
tersebut berfungsi membentuk bola mata dan menjaga lensa agar selalu dalam
bentuk yang benar
Macula
·
Macula adalah
daerah yang sangat kecil di pusat retina.
·
Berfungsi
untuk membaca serta melihat objek secara mendetail
Muskulus
okuli (Otot Mata)
·
Merupakan
otot eksrinsik mata tediri dari 7 buah otot, 6 buah otot diantaranya melekat
dengan os kavum orbitalis, 1 buah mengangkat kelopak mata keatas.
1.
Muskulus Levator palpebralis Superior Inferior Fungsinya
mengangkat kelopak mata.
2.
Muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata, fungsinya
untuk menutup mata.
3.
Muskulus rektus Okuli inferior (otot sekitar mata) Fungsi
untuk menutup mata
4.
Muskulus rektus okuli medial (otot disekitar mata) Fungsi
menggerakan mata dalam bola mata.
5.
Muskulus obliques okuli interior, fungsinya menggerkan
bola mata kebawah dan kedalam.
6.
Muskulus obliques okuli superior Fungsinya memutar mata
keatas dan kebawah dan keluar.
·
Strabismus disebabkan tidak seimbangnya atau paralise fungsi dari salah satu otot mata
N. opticus
·
Saraf ke 2 dari 12 saraf kranial
·
Saraf optic:
Saraf yang merupakan kelanjutan dari retina, untuk membawa impuls menuju ke
otak.
SKEMATIS
PHYSIOLOGY PENGELIHATAN
Diproses
![]() |
Skema
Physiology visual
Pusat visual di otak
(lobus occipitalis) N.
Opticus
Eyes care
spesialist
·
Ophthalmologist
·
Optometrist
·
Optician
·
Ocularist
Examination
of the eye and assessment of vision
·
Komponen
penting dari pemeriksaan fisik
·
Melihat fungsi yang penting dari mata
·
Mata secara
umum menggambarkan kesehatan
History
·
Gangguan
pengelihatan
·
Nyeri area
mata
·
Riwayat
kesehatan
·
Life style
·
Riwayat
keluarga
Visual acuity
·
Test Eyechart
·
Metode yang
digunakan pada masalah pengelihatan dengan melihat huruf pada papan (snellen
chart) waktu yang digunakan 8 menit.
·
Ketajaman pengelihatan dapat terlihat dari rasio dimana
seseorang dengan pengelihatan normal dilihat 20 kaki dari eyechart
·
Ketajaman dari 20/50 berarti pasien dapat melihat dalam
jarak 20 kaki dimana terlihat 500 kaki
External
evaluation of the eye
·
Inspeksi area external mata
·
Assessment posisi dan kesejajaran dari mata
·
Inspeksi kelopak mata untuk warna, pembengkakan, lesi dan
penggunaan kaca mata.
Diagnostic
test evaluation
·
Indirect
Ophthalmoscopy
·
Direct
Ophthalmoscopy
·
Endothelial cell counter
·
Slip-lamp
examination
·
Color vision
testing
·
Amsler grid
·
Ultrasonography
·
Colour fundus
photography
·
Fluorescein
angiography
General
Management Modalities :
·
Opthalmic
medication
·
Eyedrops
(tetesmata)
·
Instillation
·
Ointments
·
Ocular
irrigations
·
Warm wet compress
·
Cold compress
TEST FOR
COLOUR BLINDNESS (ISHIHARA TEST)
Introduction
·
Tes
pengelihatan ini dikenalkan oleh SHINOBU ISHIHARA M.D.,Med.sc.
·
Beliau adalah
emeritus profesor of opthalomogy di Tokyo University
·
Tes ishihara
ini memberikan kecepatan dan keakuratan pemeriksaan untuk pengelihatan dengan
gangguan pada mata terutama pada kelainan kongenital
·
Gangguan
pengelihatan warna secara kongenital memiliki karakteristik perbedaan warna
merah dan hijau yang terbagi dalam dua tipe
·
Tipe Protan,
yaitu karakteristik gangguan pengelihatan dengan kemampuan sensory mekanisme
dengan dua warna saja yaitu biru dan kuning, tetapi kesulitan membedakan merah
atau hijau
Tipe protan terbagi menjadi dua :
·
Protanopia
(complete) yaitu tidak mampu membedakan kedua warna (merah dan hijau)
·
Protanomalia
(partial) yaitu mampu membedakan salah satu dari kedua warna tersebut (merah
atau hijau).
Tipe deutan:
kebalikan dari protan
·
Deuteranopia
(Complete), yaitu kebingungan dalam menentukan warna hijau dan merah, tetapi
mampu membedakan warna biru atau kuning
·
Deuteranomalia
(partial), yaitu gangguan pengelihatan warna yang paling terjadi yaitu
kesulitan dalam sensitif terhadap warna hijau.
Bagaimana
cara menggunakan tes ishihara :
·
Pengaturan
cahaya yang sesuai tidak terlalu gelap, tidak terlalu terang.
·
Jangan melakukan test dibawah sinar matahari.
·
Jarak dalam
melakukan tes adalah 75 cm.
Penjelasan pada setiap arti dari gambar
·
No 1, pemeriksaan primer, angka “12” memiliki arti
penting dengan sentuhan warna yang jelas, umumnya akan menjawab benar
·
No 2, angka normal adalah “8” tetapi bila sulit
membedakan warna hijau atau merah akan mengatakan ‘3”
·
No 3, angka normal adalah “5” tetapi bila sulit
membedakan warna hijau atau merah akan mengatakan “2”
·
No 4 angka
normal adalah “29” tetapi bila kesulitan membedakan merah atau hijau akan
mengatakan “70”
·
N0 5 angka
normal adalah “74” tetapi bagi yang mengalami kesulitan dalam menentukan hijau
atau merah akan mengatakan “21”
·
No 6-7 bagi
mata normal akan mengatakan benar, tetapi bagi kesulitan menetukan warnan hijau
atau merah akan salah
·
No 8, jelas
“2” bagi mata normal kesulitan membedakan warna merah atau hijau
·
No 9, mata
normal akan mempu melihat, tetapi bagi kesulitan membedakan warna merah atau
hijau akan mengatakan “2”
·
No 10, angka
normal “16” tetapi kebanyakan orang dengan kesulitan membedakan warna merah
atau hijau akan kesulitan
·
No 11, bagi
mata normal akan mampu mengikuti tapi bila buta warna akan kesulitan
·
No 12, mata normal akan mengatakan “35” tetapi protanopia
dan protanomalia akan mengatakan “5” dan deuteranopia dan deuteranomalia akan
mengatakan “3’ saja
·
Mata normal akan mengatakan “96” sama dengan diatas
·
No 14, Mata
normal dapat mengikuti garis
·
Bila protanopia dan protanomalia hanya warna purple
·
Bila
deueranopia dan deuteranomalia hanya bisa mengikuti warna merah
GLAUKOMA
Definisi
·
Glaukoma
adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peninggian tekanan
bola mata, penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.
(Sidarta Ilyas,2000).
·
Glaukoma
adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan
intraokuler.(Long Barbara, 1996)
Etiology
·
Belum
diketahui penyebabnya.
·
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan
intraokuler ini disebabkan oleh :
·
Bertambahnya produksi
cairan mata oleh badan ciliary
·
Berkurangnya
pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.
Pathophysiology
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
·
IOP (Intra
Ocular Pressure) atau peningkatan tekanan pada bola mata menjadi faktor resiko
terpenting penyebab terjadinya glaukoma.
·
Bila tekanan
tersebut melampaui batas toleransi sel – sel syaraf optik maka sel – sel tersbt
akan mati sehingga menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh penglihatan.
Klasifikasi
1.
glaucoma
Primer
·
Glaukoma akut = Glaukoma primer sudut tertutup
·
Glaukoma kronik = Glaukoma primer Sudut terbuka
2.
Glaukoma sekunder, dapat terjadi dari peradangan mata ,
perubahan pembuluh darah dan trauma . Dapat mirip dengan sudut terbuka atau
tertutup tergantung pada penyebab.
·
Perubahan lensa
·
Kelainan uvea
·
Trauma
·
bedah
3.
Glaukoma absolut, merupakan stadium akhir glaukoma (
sempit/ terbuka) dimana sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata
memberikan gangguan fungsi lanjut .Pada glaukoma absolut kornea terlihat keruh,
bilik mata dangkal, papil atrofi dengan eksvasi glaukomatosa, mata keras seperti
batu dan dengan rasa sakit.sering mata dengan buta ini mengakibatkan
penyumbatan pembuluh darah sehingga menimbulkan penyulit berupa neovaskulisasi
pada iris, keadaan ini memberikan rasa sakit sekali akibat timbulnya glaukoma
hemoragik. Pengobatan glaukoma absolut dapat dengan memberikan sinar beta pada
badan siliar, alkohol retrobulber atau melakukan pengangkatan bola mata karena
mata telah tidak berfungsi dan memberikan rasa sakit.
Berdasarkan
lamanya :
1.
Glaukoma Akut
:
Glaukoma akut adalah penyakit mata yang disebabkan oleh
tekanan intraokuler yang meningkat mendadak sangat tinggi.
2. Glaukoma congenital
·
Primer atau
infantile
·
Menyertai
kelainan kongenital lainnya
Etiologi
·
Dapat terjadi
primer, yaitu timbul pada mata yang memiliki bakat bawaan berupa sudut bilik
mata depan yang sempit pada kedua mata, atau secara sekunder sebagai akibat
penyakit mata lain. Yang paling banyak dijumpai adalah bentuk primer, menyerang
pasien usia 40 tahun atau lebih.
Faktor
Predisposisi
·
Pada bentuk
primer, faktor predisposisinya berupa pemakaian obat-obatan midriatik, berdiam
lama di tempat gelap, dan gangguan emosional. Bentuk sekunder sering disebabkan
hifema, luksasi/subluksasi lensa, katarak intumesen atau katarak hipermatur,
uveitis dengan suklusio/oklusio pupil dan iris bombe, atau pasca pembedahan
intraokuler.
Manifestasi
klinik
1.
Mata terasa sangat sakit. Rasa sakit ini mengenai sekitar
mata dan daerah belakang kepala .
2.
Akibat rasa sakit yang berat terdapat gejala
gastrointestinal berupa mual dan muntah , kadang-kadang dapat mengaburkan
gejala glaukoma akut.
3. Tajam penglihatan sangat menurun.
4.
Terdapat halo atau pelangi di sekitar lampu yang dilihat.
5.
Konjungtiva bulbi kemotik atau edema dengan injeksi
siliar.
6. Edema kornea berat
sehingga kornea terlihat keruh.
7. Bilik mata depan sangat dangkal dengan efek tyndal yang
positif, akibat timbulnya reaksi
radang uvea.
8.
Pupil lebar dengan reaksi terhadap sinar yang lambat.
9.
Pemeriksaan funduskopi sukar dilakukan karena terdapat
kekeruhan media penglihatan.
10. Tekanan bola mata
sangat tinggi.
11.
Tekanan bola mata antara dua serangan dapat sangat
normal.
Pemeriksaan
Penunjang
·
Pengukuran
dengan tonometri Schiotz menunjukkan peningkatan tekanan.
Perimetri, Gonioskopi, dan Tonografi dilakukan setelah edema kornea menghilang.
Perimetri, Gonioskopi, dan Tonografi dilakukan setelah edema kornea menghilang.
Penatalaksanaan
·
Penderita dirawat dan dipersiapkan untuk operasi.
·
Dievaluasi
tekanan intraokuler (TIO) dan keadaan mata.
·
Bila TIO
tetap tidak turun, lakukan operasi segera.
·
Sebelumnya berikan infus manitol 20% 300-500 ml, 60
tetes/menit.
·
Jenis operasi, iridektomi atau filtrasi, ditentukan
berdasarkan hasil pemeriksaan gonoskopi setelah pengobatan medikamentosa.
2. Glukoma kronik
Glaukoma
kronik adalah penyakit mata dengan
gejala peningkatan tekanan bola mata sehingga terjadi kerusakan anatomi dan
fungsi mata yang permanen.
Etiologi
·
Keturunan dalam keluarga, diabetes melitus,
arteriosklerosis, pemakaian kortikosteroid jangka panjang, miopia tinggi dan
progresif.
Manifestasi
klinik
·
Gejala-gejala
terjadi akibat peningkatan tekanan bola mata.
·
Penyakit berkembang secara lambat namun pasti.
·
Penampilan bola mata seperti normal dan sebagian tidak
mempunyai keluhan pada stadium dini.
·
Pada stadium lanjut keluhannya berupa pasien sering
menabrak karena pandangan gelap, lebih kabur, lapang pandang sempit, hingga
kebutaan permanen.
Pemeriksaan
Penunjang
·
Pemeriksaan tekanan bola mata dengan palpasi dan
tonometri menunjukkan peningkatan. Nilai dianggap abnormal 21-25 mmHg dan
dianggap patologik diatas 25 mmHg.
·
Pada funduskopi ditemukan cekungan papil menjadi lebih
lebar dan dalam, dinding cekungan bergaung, warna memucat, dan terdapat
perdarahan papil.
·
Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan lapang pandang
menyempit, depresi bagian nasal, tangga Ronne, atau skotoma busur.
Penatalaksanaan
·
Pasien diminta datang teratur 6 bulan sekali, dinilai
tekanan bola mata dan lapang pandang.
·
Bila lapang pandang semakin memburuk,meskipun hasil
pengukuran tekanan bola mata dalam batas normal, terapi ditingkatkan.
·
Dianjurkan berolahraga dan minum harus sedikit-sedikit.
KATARAK
Definisi
·
Kondisi
progressive dari lensa karena proses aging
·
Pengkristalan pada area lensa mata.
Faktor Resiko
·
Trauma
·
Pengobatan seperti kortikosteroid yang digunakan dalam
jangka panjang
·
Penyakit
sistemik seperti diabetes mellitus atau hypoparathyroidism
·
Terpapar
radiasi
·
gangguan mata lainnya seperti anterior uveitis
Pathofisiology
·
Perubahan
fisik dan chemical akan menghasilkan kehilangan transparansi dari lensa
·
Perubahan
chemical dari protein lensa menyebabkan coagulasi, gangguan pengelihatan
tertutup jalan cahaya keretina.
Manisfestasi
Klinis
·
Pandangan
menjadi kabur atau berkabut seperti melihat kaca yang berembun.
·
Ukuran kacamata yang sering berubah.
·
Pada siang hari sering merasa silau akibat cahaya yang
berlebihan.
·
Mengalami pengelihatan ganda pada malam hari.
Pengobatan
·
Penderita katarak bisa disembuhkan melalui operasi.
ABLASIO
RETINA
Definisi
·
Penyakit mata akibat lepasnya retina.
·
Meskipun dalam kasus terjadi pada manusia dengan usia
lanjut, sebenarnya penyakit ini berpotensi terjadi pada semua tingkat usia.
Pathofisiology
·
Lepasnya
retina dapat terjadi akibat benturan keras yang dialami oleh kepala.
·
Merupakan
faktor turunan sehingga sangat mungkin terjadi pada bayi dan anak.
·
Apabila tidak mendapat penangan yg serius bisa
menyebabkan kebutaan permanen.
Manisfestasi
klinis
·
Penglihatan
seperti kilatan cahaya.
·
Timbulnya
floaters yang merupakan bayangan hitam yang terlihat oleh mata dalam berbagai
bentuk dan ukuran.
·
Timbulnya bentuk garis – garis atau seperti jaring laba –
laba pada penglihatan.
·
Biasanya Floaters bergerak saat melirik kekiri atau
kekanan dan semakin jelas saat melirik kearah dinding dan langit – langit.
Therapy
·
Kebanyakan kasus ablasio retina memerlukan tindakan
operasi untuk merekatkan kembali retina pada tempatnya.
DEGENERASI
MAKULA
Definisi
·
Kerusakan makula yang biasanya disebabkan penuaan
Manisfestasi
Klinik
·
Distorsi
penglihatan yaitu objek yang terlihat salah ukuran dan bentuk, garis – garis
lurus mengalami distorsi terutama dibagian pusat penglihatan.
·
Kehilangan
kemampuan membedakan warna dengan jelas.
·
Ada daerah
kosong atau gelap di pusat pengelihatan.
·
Kesulitan membaca karena kata – kata terlihat kabur dan
terbayang.
Therapy
·
Jenis
degenerasi makula akibat penuaan tidak dapat disembuhkan.
·
Dengan menggunakan sinar laser dapat menghambat perluasan
degenerasi makula pada tahap dini. Berkas laser yang terfokus digunakan utk
menutup membran – membran yang bocor dan menghancurkan pembuluh – pembuluh
darah yang abnormal. Tindakan ini dapat menghambat pembentukan jaringan parut
di makula dan sekitar retina.
Pencegahan
Penyakit
·
Mengkomsumsi
makanan dengan gizi yg seimbang termasuk sayuran hijau.
·
Mengkomsumsi
suplemen vitamin dan mineral cukup.
·
Menggunakan
kacamata yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet.
·
Berolahraga
secara teratur.
·
Menurunkan
kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.
·
Menghentikan
kebiasaan merokok.
GANGGUAN
REFRAKSI
Definisi
·
Ganggauan
refraksi atau gangguan pembiasan akan mengakibatkan rabun.
·
Rabun jauh
(MIOPIA)
·
Rabun dekat
(HIPERMIOPI)
Miopia
·
Rabun jauh
adalah fokus bola mata yang hanya mampu melihat obyek dekat, tetapi kabur bila
melihat obyek – obyek yang jauh letaknya.
·
Miopia
umumnya merupakan kelainan yang diturunkan oleh orangtuanya (genetik) sehingga
banyak dijumpai pada anak – anak usia dini di sekolah.
Hipermiopi
·
Merupakan kebalikan dari rabun jauh.
·
Penderita bisa melihat jelas apabila obyeknya jauh dan
terlihat kabur apabila obyek dekat
·
Biasanya disebabkan oleh faktor penuaan.
Etiologi
·
Penyebab
rabun jauh bermacam – macam
·
Kornea
terlalu cembung sehingga sinar bayangan tidak tepat jatuh pada titik fokus di
retina atau lensa di dalam mata terlalu gemuk.
·
Penyebab
utama rabun jauh adalah genetik.
·
Faktor lingkungan dapat mempengaruhi seperti makanan yang
kurang gizi dan vitamin, cara membaca yang tidak benar.
·
Posisi terbaik untuk membaca adalah duduk dg.posisi buku
disandarkan di depan mata bukan diatas meja dengan jarak pandang 33 cm dari
mata.
Therapy
·
Karena
gangguan refraksi/pembiasan, maka perbaikan dengan perbaikan pembiasan.
·
Yang paling sederhana adalah menggunakan kacamata.
·
Kemudian terjadi perkembangan biomedis sehingga ada lensa
kontak yang dapat di tempel di mata.
·
Namun tidak
semua orang merasa nyaman menggunakan lensa kontak.
·
Teknik
terbaru dg perbaikan organ, teknik pembedahan untuk memperbaiki kornea mata
semakin berkembang.
KONDISI
DARI KELOPAK MATA
BLEPHARITIS
·
Inflamasi
dari garis kelopak mata
·
Staphylococcal
infection
·
Symptom:adalah
iritasi, terbakar, dan rasa gatal pada area garis kelopok mata dengan kemerahan
pada mata.
·
Treatment:membersihkan
area garis kelopak mata, kompres hangat dan topical antibiotic ointment.
CHALAZION
·
Inflamasi
granulomatous sterile dari kelenjar meibomian dimana tidak ada nyeri di area
pembengkakan yang berkembang dalam waktu minggu
·
Traeatment yang diberikan kompres hangat, massage dan
expression dari glandular secretion, antibiotic, kortikosteroid diberikan
dengan injeksi.
STY (EXTERNAL HORDEOLUM)
·
Infeksi superficial dari kelenjar pelupuk mata dari zein
or moll biasanya disebabkan oleh staphylococcus aureus
·
Symptom yang terjadi adalah nyeri subacute, kemerahan,
lokasi pembengkakan pada pelupuk mata
·
Treatment yang diberikan kompres hangat, kompres lembab
untuk 10-15 menit, 3-4 kali sehari
·
incisi dan drainage dapat diindikasikan. Topical dan sistemik antibiotic dapat diberikan.
CONDITIONS
OF THE CONJUNGTIVA/LACRIMAL SAC AND UVEAL TRACT
CONJUNGTIVITIS
·
Inflamasi dari conjungtiva
·
bakteri, chlamydial, viral, fungal, parasitic, immunologic,
irritative, penyakit
sistemik
·
SYMPTOMS : hyperemia
(kemerahan), edema, rasa gatal, terbakar, garukan atau benda asing pada tubuh
·
Treatment yang dapat diberikan topical antibiotic, agent
anti inflamasi, irigasi mata,membersihkan area pelupuk mata, kompres hangat.
·
Bila conjungtivitis
di sebabkan oleh microorganisme pasien dianjurkan untuk mencegah berpindahnya
kontaminasi yang memberi efek mata pada orang lain
·
Menghindari
memegang mata dan menggaruk mata, cuci tangan bila menyentuh area mata; baju,
handuk, dan sapu tangan secara terpisah
TRACHOMA
·
Chlamydial conjungtivitis
·
Tanpa
treatment trachoma menyebabkan scar cornea, fomites, garukan, gigitan serangga.
·
Trachoma
dapat dicegah dengan menjaga sanitasi memberi health education.
Symptom Trachoma
·
Rasa gatal
·
Iritasi ringan
·
Inflamasi akut
·
Follicle pada conjungtiva
·
Blurring vision
Klasifikasi dari kemajuan Trachoma terbagi atas empat
tahap
Tahap I
(incipient trachoma)
·
Follicle
immature khususnya tarsal conjungtiva.
·
Bagian atas
cornea disana terdapat inncipient pannus (abnormal vascularisasi).
Tahap II
(established trachoma)
·
Terdiri dari
dua tipe A dan B
·
Tipe A:
Follicular hypertrophy is predominant
·
Tipe B:
Papilary hypertrophy is predominant (acute trachoma)
Tahap III
·
Early
conjungtiva scarring
·
Observasi
adanya: increase corneal pannus, scrarimg area conjungtiva
Tahap IV
·
Smooth
scaring of the tarsal conjungtiva
·
Vascullar
pannus becomes innactive
·
Secondary
bacterial increase in the bazard of corneal ulceration
·
Turn lead to
blindness
Management
Trachoma
·
Trachoma adalah
menyebar dengan kontak secara langsung, jadi kebersihan personal adalah factor
kunci pencegahan.
·
Isolasi dapat
dilakukan dan therapy antibiotic dapat mengontrol penyakit.
·
Medical
treatment 3-4 minggu seperti tetracycline atau sulfonamide.
PTERYGIUM
·
Bentuk
segitiga dari jaringan connective melebihi pertumbuhan dari intrapalpebral
bulbar conjungtiva dengan perpanjangan sampai cornea
·
Disebabkan
sinar ultraviolet
·
Surgical
removal
DARCRYOCYSTITIS
·
Infeksi dari
kantung lacrimal sekunder terhadap saluran nasolacrimal obstruksi.
·
Infants dan
adults diatas 40 tahun
·
Dacryocystorhinostomy
(prosedur surgical untuk membuat jalan keluar melalui hidung)
UVEITIS
·
Inflamasi dari satu atau semua tiga lapisan struktur dari
saluran uveal.
·
Factor penyebab alergent, bakteri, fungi, virus,
chemical, trauma, dan penyakit sistemik
·
Symtoms mata nyeri, photophobia, blurring of vision, mata
kemerahan.
·
Kortikosteroid local digunakan untuk menurunkan inflamasi
dan kacamata serta management nyeri
SYMPATHETIC
OPTHALMIA
·
Menghancurkan
bilateral uveitis, presipitasi injury pada saluran uveal.
·
Efek penyakit
adalah kebutaan bilateral
·
Pengobatan
sympathetic ophthalmic dapat diberikan local dan sistemik kortikosteroid, obat
cytotoxic dapat diberikan.
CONDITION
OF CORNEA (KONDISI DARI KORNEA)
CORNEAL
ABRASIONS ( LESI KORNEA)
·
Kerusakan
dari lapisan epithelial mata
·
Penyebabnya:
trauma, benda asing, penggunaan lensa kontak dalam waktu yang lama
·
Symtomps: kesulitan menutup mata, malposisi dari pelupuk
mata atau bulu mata.
MICROBIAL
KERATITIS
·
Infeksi dari
cornea
·
Penyebabnya: bakteri, viral, fungal, atau parasit
·
Infeksi cornea terjadi karena adanya trauma atau keadaan
mekanisme sistemik yang berbahaya
·
Epithelium akan rusak, cornea menjadi tempat terjadinya
infeksi. Luka lecet kecil menjadi tempat masuknya
bakteri
Treatment
patient with Microbial keratitis
·
Pasien
dirawat dirumah sakit
·
Diberikan antimicrobial dan pemeriksaan oleh
ophthalmologist
·
Sarankan mencuci tangan dengan bersih.
·
Gunakan sarung tangan dalam melakukan nursing intervensi
·
Jaga kebersihan pelupuk mata, berikan kompres dingin,
monitor tanda peningkatan IOP, acetaminophen dapat diberikan untuk mengatasi
nyeri.
EXPOSURE
KERATITIS
·
Cornea yang
kering akan diikuti ulceration dan infeksi sekunder.
·
Berkembang bila kelembapan dan perlindungan kelopak mata
pada cornea tidak adekuat.
·
Disebabkan dari kondisi seperti exophthalmos, paresis
dari saraf ketujuh (saraf facial) atau bell’s palsy
·
Treatment
dapat menggunakan lensa mata.
CORNEAL
DYSTROPIES
·
Inheriter,
perubahan bilateral dari cornea yaitu abnormal posisi.
·
Penyebab
tidak diketahui efek pengelihatan tergantung dalam tipe dari dystrophy, dan
usia pasien
FUCHS’S
DYSTROPHY
·
Efek cornea
endothelium dan mekanisme pompa, kerusakan endothelial berasal dari edema cornea,
scar, gangguan pengelihatan
·
Wanita banyak mengalami dibandingkan pria.
KERATOCONUS
·
Noninflamasi,
progressive pada cornea
·
Biasanya akan
berkembang saat puberty dan efek pada wanita lebih banyak daripada pria
·
Penyakit ini
irregular astigmatism dan tinggi myopia, tidak dapat dibantu dengan kaca mata
·
Pasien menggunakan lensa kontak dibawah tindakan
pembedahan.
CORNEAL
TRANSPLANTATION
·
Pemasangan
keratoplasty
·
Merupakan
microsurgery, full thickeness ditempatkan pada cornea dengan jaringan dari pendonor
·
Corneal
transplantasi digunakan pada pasien corneal dystrophies, corneal degeneration,
keratoconus, microbial keratitits, traumatic scar, pigmentasi corneal dan luka
bakar chemical
·
Komplikasi
surgery termasuk perdarahan , glaucoma, graft rejection


