Jumat, 07 Oktober 2011

Medical Surgical Nursing



Anatomy mata



Fungsi dan Bagian Mata
Click a term for more information
Cornea
·         Cornea adalah bagian luar mata yang melengkung
·         Bagian mata ini yang mengontrol hampir 80% daya pembiasan mata.
·         Cornea mendapat nutrisi dari airmata yang berfungsi sebagai pelumas

Lensa
·         Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.
·         Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya (akomodasi).

Retina dan Syaraf Mata
·         Retina bekerja seperti film dalam kamera yang merekam gambar suatu objek.
·         Gambar tersebut kemudian dikirim melalui syaraf – syaraf optik menuju otak untuk diterjemah

Retina
·         Retina adalah selaput sensitif terhadap cahaya , melapisi bagian belakang bola mata.
·         Fungsinya mendeteksi gerakan disekitar penglihatan dan melihat di malam hari.

Iris
·         Iris adalah selaput berwarna yang terletak di antara cornea dan lensa mata.
·         Otot iris dirangsang oleh ada atau tidaknya cahaya yang masuk ke dalam mata .
·         Fungsi iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Pupil
·         Pupil adalah bintik tengah yang berwarna hitam yang merupakan celah dalam iris melalui mana cahaya masuk guna untuk mencapai retina.
Conjutiva
·         Permukaan dalam kelopak mata
·         Selaput transparan yang melapisi kornea dan sclera dan bagian dalam kelopak mata (palpebra).
·         Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf.

Ciliary Body
·         Ciliary body atau otot ciliar berfungsi mengatur fokus cahaya dengan mengubah bentuk lensa.
·         Bersifat Involuntary, menambah kemampuan fokus pada lensa.

Humor aqeus & Humor vitreus
·         Humor aqueous, cairan yang terdapat di depan lensa dan humor vitreous, cairan yang terdapat di bagian belakang lensa.
·         Kedua cairan tersebut berfungsi membentuk bola mata dan menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar

Macula
·         Macula adalah daerah yang sangat kecil di pusat retina.
·         Berfungsi untuk membaca serta melihat objek secara mendetail

Muskulus okuli (Otot Mata)
·         Merupakan otot eksrinsik mata tediri dari 7 buah otot, 6 buah otot diantaranya melekat dengan os kavum orbitalis, 1 buah mengangkat kelopak mata keatas.
1.      Muskulus Levator palpebralis Superior Inferior Fungsinya mengangkat kelopak  mata.
2.     Muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata, fungsinya untuk menutup mata.
3.     Muskulus rektus Okuli inferior (otot sekitar mata) Fungsi untuk menutup mata
4.     Muskulus rektus okuli medial (otot disekitar mata) Fungsi menggerakan mata dalam bola mata.
5.     Muskulus obliques okuli interior, fungsinya menggerkan bola mata kebawah dan kedalam.
6.     Muskulus obliques okuli superior Fungsinya memutar mata keatas dan kebawah dan keluar.
·         Strabismus disebabkan tidak seimbangnya atau paralise  fungsi dari salah satu otot mata

N. opticus
·         Saraf ke 2 dari 12 saraf kranial
·         Saraf optic: Saraf yang merupakan kelanjutan dari retina, untuk membawa impuls menuju ke otak.

SKEMATIS PHYSIOLOGY PENGELIHATAN

Energi cahaya                     Menembus bola mata


Diproses






Cornea               vitreous humor                 Lensa             membiaskan cahaya dan memfokuskan bayangan


Skema Physiology visual

Rangsangan visual            Media refraksi  pada bola mata                Organ sensoris  visual (retina)





Pusat visual di otak (lobus occipitalis)                     N. Opticus        

 

Eyes care spesialist
·         Ophthalmologist
·         Optometrist
·         Optician
·         Ocularist

Examination of the eye and assessment of vision
·         Komponen penting dari pemeriksaan fisik
·         Melihat fungsi yang penting dari mata
·         Mata secara umum menggambarkan kesehatan




History
·         Gangguan pengelihatan
·         Nyeri area mata
·         Riwayat kesehatan
·         Life style
·         Riwayat keluarga

Visual acuity
·         Test Eyechart
·         Metode yang digunakan pada masalah pengelihatan dengan melihat huruf pada papan (snellen chart) waktu yang digunakan 8 menit.
·         Ketajaman pengelihatan dapat terlihat dari rasio dimana seseorang dengan pengelihatan normal dilihat 20 kaki dari eyechart
·         Ketajaman dari 20/50 berarti pasien dapat melihat dalam jarak 20 kaki dimana terlihat 500 kaki

External evaluation of the eye
·         Inspeksi area external mata
·         Assessment posisi dan kesejajaran dari mata
·         Inspeksi kelopak mata untuk warna, pembengkakan, lesi dan penggunaan kaca mata.

Diagnostic test evaluation
·         Indirect Ophthalmoscopy
·         Direct Ophthalmoscopy
·         Endothelial cell counter
·         Slip-lamp examination
·         Color vision testing
·         Amsler grid
·         Ultrasonography
·         Colour fundus photography
·         Fluorescein angiography




General Management Modalities :
·         Opthalmic medication
·         Eyedrops (tetesmata)
·         Instillation
·         Ointments
·         Ocular irrigations
·         Warm wet compress
·         Cold compress


TEST FOR COLOUR BLINDNESS (ISHIHARA TEST)

Introduction
·         Tes pengelihatan ini dikenalkan oleh SHINOBU ISHIHARA M.D.,Med.sc.
·         Beliau adalah emeritus profesor of opthalomogy di Tokyo University
·         Tes ishihara ini memberikan kecepatan dan keakuratan pemeriksaan untuk pengelihatan dengan gangguan pada mata terutama pada kelainan kongenital
·         Gangguan pengelihatan warna secara kongenital memiliki karakteristik perbedaan warna merah dan hijau yang terbagi dalam dua tipe
·         Tipe Protan, yaitu karakteristik gangguan pengelihatan dengan kemampuan sensory mekanisme dengan dua warna saja yaitu biru dan kuning, tetapi kesulitan membedakan merah atau hijau

Tipe protan terbagi menjadi dua :
·         Protanopia (complete) yaitu tidak mampu membedakan kedua warna (merah dan hijau)
·         Protanomalia (partial) yaitu mampu membedakan salah satu dari kedua warna tersebut (merah atau hijau).

Tipe deutan: kebalikan dari protan
·         Deuteranopia (Complete), yaitu kebingungan dalam menentukan warna hijau dan merah, tetapi mampu membedakan warna biru atau kuning
·         Deuteranomalia (partial), yaitu gangguan pengelihatan warna yang paling terjadi yaitu kesulitan dalam sensitif terhadap warna hijau.


Bagaimana cara menggunakan tes ishihara :
·         Pengaturan cahaya yang sesuai tidak terlalu gelap, tidak terlalu terang.
·         Jangan melakukan test dibawah sinar matahari.
·         Jarak dalam melakukan tes adalah 75 cm.

Penjelasan pada setiap arti dari gambar
·         No 1, pemeriksaan primer, angka “12” memiliki arti penting dengan sentuhan warna yang jelas, umumnya akan menjawab benar
·         No 2, angka normal adalah “8” tetapi bila sulit membedakan warna hijau atau merah akan mengatakan ‘3”
·         No 3, angka normal adalah “5” tetapi bila sulit membedakan warna hijau atau merah akan mengatakan “2”
·         No 4 angka normal adalah “29” tetapi bila kesulitan membedakan merah atau hijau akan mengatakan “70”
·         N0 5 angka normal adalah “74” tetapi bagi yang mengalami kesulitan dalam menentukan hijau atau merah akan mengatakan “21”
·         No 6-7 bagi mata normal akan mengatakan benar, tetapi bagi kesulitan menetukan warnan hijau atau merah akan salah
·         No 8, jelas “2” bagi mata normal kesulitan membedakan warna merah atau hijau
·         No 9, mata normal akan mempu melihat, tetapi bagi kesulitan membedakan warna merah atau hijau akan mengatakan “2”
·         No 10, angka normal “16” tetapi kebanyakan orang dengan kesulitan membedakan warna merah atau hijau akan kesulitan
·         No 11, bagi mata normal akan mampu mengikuti tapi bila buta warna akan kesulitan
·         No 12, mata normal akan mengatakan “35” tetapi protanopia dan protanomalia akan mengatakan “5” dan deuteranopia dan deuteranomalia akan mengatakan “3’ saja
·         Mata normal akan mengatakan “96” sama dengan diatas
·         No 14, Mata normal dapat mengikuti garis
·         Bila protanopia dan protanomalia hanya warna purple
·         Bila deueranopia dan deuteranomalia hanya bisa mengikuti warna merah




GLAUKOMA

Definisi
·         Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peninggian tekanan bola mata, penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata. (Sidarta Ilyas,2000).
·         Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler.(Long Barbara, 1996)

Etiology
·         Belum diketahui penyebabnya.
·         Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraokuler ini disebabkan oleh :
·         Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan ciliary
·         Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.

Pathophysiology















































DM
Kortikosteroid jangka panjang
Miopia
Trauma mata

 







Obstruksi Jaringan trabekuler

 


Peningkatan tekanan vitreus

 








Hambatan Pengambilan Cairan Humor  aqueous

 


Pergerakan Iris kedepan

 











TIO meningkat
 


glaukoma

 


TIO  meningkat
 



















Gangguan syaraf optic Tindakan operasi

 

Oval: ansietas
Oval: Kurang pengetahuan
















Perubahan penglihatan perifer

 








kebutaan

 



















·         IOP (Intra Ocular Pressure) atau peningkatan tekanan pada bola mata menjadi faktor resiko terpenting penyebab terjadinya glaukoma.
·         Bila tekanan tersebut melampaui batas toleransi sel – sel syaraf optik maka sel – sel tersbt akan mati sehingga menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh penglihatan.

Klasifikasi
1.      glaucoma Primer
·         Glaukoma akut = Glaukoma primer sudut tertutup
·         Glaukoma kronik = Glaukoma primer Sudut terbuka
2.     Glaukoma sekunder, dapat terjadi dari peradangan mata , perubahan pembuluh darah dan trauma . Dapat mirip dengan sudut terbuka atau tertutup tergantung pada penyebab.
·         Perubahan lensa
·         Kelainan uvea
·         Trauma
·         bedah
3.     Glaukoma absolut, merupakan stadium akhir glaukoma ( sempit/ terbuka) dimana sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut .Pada glaukoma absolut kornea terlihat keruh, bilik mata dangkal, papil atrofi dengan eksvasi glaukomatosa, mata keras seperti batu dan dengan rasa sakit.sering mata dengan buta ini mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga menimbulkan penyulit berupa neovaskulisasi pada iris, keadaan ini memberikan rasa sakit sekali akibat timbulnya glaukoma hemoragik. Pengobatan glaukoma absolut dapat dengan memberikan sinar beta pada badan siliar, alkohol retrobulber atau melakukan pengangkatan bola mata karena mata telah tidak berfungsi dan memberikan rasa sakit.

Berdasarkan lamanya :
1.      Glaukoma Akut :
Glaukoma akut adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan intraokuler yang meningkat mendadak sangat tinggi.

2.     Glaukoma congenital
·         Primer atau infantile
·         Menyertai kelainan kongenital lainnya



Etiologi
·         Dapat terjadi primer, yaitu timbul pada mata yang memiliki bakat bawaan berupa sudut bilik mata depan yang sempit pada kedua mata, atau secara sekunder sebagai akibat penyakit mata lain. Yang paling banyak dijumpai adalah bentuk primer, menyerang pasien usia 40 tahun atau lebih.

Faktor Predisposisi
·         Pada bentuk primer, faktor predisposisinya berupa pemakaian obat-obatan midriatik, berdiam lama di tempat gelap, dan gangguan emosional. Bentuk sekunder sering disebabkan hifema, luksasi/subluksasi lensa, katarak intumesen atau katarak hipermatur, uveitis dengan suklusio/oklusio pupil dan iris bombe, atau pasca pembedahan intraokuler.

Manifestasi klinik
1.      Mata terasa sangat sakit. Rasa sakit ini mengenai sekitar mata dan daerah belakang kepala .
2.     Akibat rasa sakit yang berat terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan muntah , kadang-kadang dapat mengaburkan gejala glaukoma akut.
3.     Tajam penglihatan sangat menurun.
4.     Terdapat halo atau pelangi di sekitar lampu yang dilihat.
5.     Konjungtiva bulbi kemotik atau edema dengan injeksi siliar.
6.     Edema kornea berat sehingga kornea terlihat keruh.
7.     Bilik mata depan sangat dangkal dengan efek tyndal yang positif,    akibat timbulnya reaksi radang uvea.
8.     Pupil lebar dengan reaksi terhadap sinar yang lambat.
9.     Pemeriksaan funduskopi sukar dilakukan karena terdapat kekeruhan media penglihatan.
10.   Tekanan bola mata sangat tinggi.
11.    Tekanan bola mata antara dua serangan dapat sangat normal.

Pemeriksaan Penunjang
·         Pengukuran dengan tonometri Schiotz menunjukkan peningkatan tekanan.
Perimetri, Gonioskopi, dan Tonografi dilakukan setelah edema kornea menghilang.




Penatalaksanaan
·         Penderita dirawat dan dipersiapkan untuk operasi.
·         Dievaluasi tekanan intraokuler (TIO) dan keadaan mata.
·         Bila TIO tetap tidak turun, lakukan operasi segera.
·         Sebelumnya berikan infus manitol 20% 300-500 ml, 60 tetes/menit.
·         Jenis operasi, iridektomi atau filtrasi, ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan gonoskopi setelah pengobatan medikamentosa.

2.     Glukoma kronik
Glaukoma kronik adalah penyakit mata  dengan gejala peningkatan tekanan bola mata sehingga terjadi kerusakan anatomi dan fungsi mata yang permanen.
Etiologi
·         Keturunan dalam keluarga, diabetes melitus, arteriosklerosis, pemakaian kortikosteroid jangka panjang, miopia tinggi dan progresif.

Manifestasi klinik
·         Gejala-gejala terjadi akibat peningkatan tekanan bola mata.
·         Penyakit berkembang secara lambat namun pasti.
·         Penampilan bola mata seperti normal dan sebagian tidak mempunyai keluhan pada stadium dini.
·         Pada stadium lanjut keluhannya berupa pasien sering menabrak karena pandangan gelap, lebih kabur, lapang pandang sempit, hingga kebutaan permanen.

Pemeriksaan Penunjang
·         Pemeriksaan tekanan bola mata dengan palpasi dan tonometri menunjukkan peningkatan. Nilai dianggap abnormal 21-25 mmHg dan dianggap patologik diatas 25 mmHg.
·         Pada funduskopi ditemukan cekungan papil menjadi lebih lebar dan dalam, dinding cekungan bergaung, warna memucat, dan terdapat perdarahan papil.
·         Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan lapang pandang menyempit, depresi bagian nasal, tangga Ronne, atau skotoma busur.





Penatalaksanaan
·         Pasien diminta datang teratur 6 bulan sekali, dinilai tekanan bola mata dan lapang pandang.
·         Bila lapang pandang semakin memburuk,meskipun hasil pengukuran tekanan bola mata dalam batas normal, terapi ditingkatkan.
·         Dianjurkan berolahraga dan minum harus sedikit-sedikit.


KATARAK
Definisi
·         Kondisi progressive dari lensa karena proses aging
·         Pengkristalan pada area lensa mata.

Faktor Resiko
·         Trauma
·         Pengobatan seperti kortikosteroid yang digunakan dalam jangka panjang
·         Penyakit sistemik seperti diabetes mellitus atau hypoparathyroidism
·         Terpapar radiasi
·         gangguan mata lainnya seperti anterior uveitis

Pathofisiology
·         Perubahan fisik dan chemical akan menghasilkan kehilangan transparansi dari lensa
·         Perubahan chemical dari protein lensa menyebabkan coagulasi, gangguan pengelihatan tertutup jalan cahaya keretina.

Manisfestasi Klinis
·         Pandangan menjadi kabur atau berkabut seperti melihat kaca yang berembun.
·         Ukuran kacamata yang sering berubah.
·         Pada siang hari sering merasa silau akibat cahaya yang berlebihan.
·         Mengalami pengelihatan ganda pada malam hari.

Pengobatan
·         Penderita katarak bisa disembuhkan melalui operasi.


ABLASIO RETINA

Definisi
·         Penyakit mata akibat lepasnya retina.
·         Meskipun dalam kasus terjadi pada manusia dengan usia lanjut, sebenarnya penyakit ini berpotensi terjadi pada semua tingkat usia.

Pathofisiology
·         Lepasnya retina dapat terjadi akibat benturan keras yang dialami oleh kepala.
·         Merupakan faktor turunan sehingga sangat mungkin terjadi pada bayi dan anak.
·         Apabila tidak mendapat penangan yg serius bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Manisfestasi klinis
·         Penglihatan seperti kilatan cahaya.
·         Timbulnya floaters yang merupakan bayangan hitam yang terlihat oleh mata dalam berbagai bentuk dan ukuran.
·         Timbulnya bentuk garis – garis atau seperti jaring laba – laba pada penglihatan.
·         Biasanya Floaters bergerak saat melirik kekiri atau kekanan dan semakin jelas saat melirik kearah dinding dan langit – langit.

Therapy
·         Kebanyakan kasus ablasio retina memerlukan tindakan operasi untuk merekatkan kembali retina pada tempatnya.










DEGENERASI MAKULA

Definisi
·         Kerusakan makula yang biasanya disebabkan penuaan

Manisfestasi Klinik
·         Distorsi penglihatan yaitu objek yang terlihat salah ukuran dan bentuk, garis – garis lurus mengalami distorsi terutama dibagian pusat penglihatan.
·         Kehilangan kemampuan membedakan warna dengan jelas.
·         Ada daerah kosong atau gelap di pusat pengelihatan.
·         Kesulitan membaca karena kata – kata terlihat kabur dan terbayang.

Therapy
·         Jenis degenerasi makula akibat penuaan tidak dapat disembuhkan.
·         Dengan menggunakan sinar laser dapat menghambat perluasan degenerasi makula pada tahap dini. Berkas laser yang terfokus digunakan utk menutup membran – membran yang bocor dan menghancurkan pembuluh – pembuluh darah yang abnormal. Tindakan ini dapat menghambat pembentukan jaringan parut di makula dan sekitar retina.

Pencegahan Penyakit
·         Mengkomsumsi makanan dengan gizi yg seimbang termasuk sayuran hijau.
·         Mengkomsumsi suplemen vitamin dan mineral cukup.
·         Menggunakan kacamata yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet.
·         Berolahraga secara teratur.
·         Menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.
·         Menghentikan kebiasaan merokok.








GANGGUAN REFRAKSI

Definisi
·         Ganggauan refraksi atau gangguan pembiasan akan mengakibatkan rabun.
·         Rabun jauh (MIOPIA)
·         Rabun dekat (HIPERMIOPI)

Miopia
·         Rabun jauh adalah fokus bola mata yang hanya mampu melihat obyek dekat, tetapi kabur bila melihat obyek – obyek yang jauh letaknya.
·         Miopia umumnya merupakan kelainan yang diturunkan oleh orangtuanya (genetik) sehingga banyak dijumpai pada anak – anak usia dini di sekolah.

Hipermiopi
·         Merupakan kebalikan dari rabun jauh.
·         Penderita bisa melihat jelas apabila obyeknya jauh dan terlihat kabur apabila obyek dekat
·         Biasanya disebabkan oleh faktor penuaan.

Etiologi
·         Penyebab rabun jauh bermacam – macam
·         Kornea terlalu cembung sehingga sinar bayangan tidak tepat jatuh pada titik fokus di retina atau lensa di dalam mata terlalu gemuk.
·         Penyebab utama rabun jauh adalah genetik.
·         Faktor lingkungan dapat mempengaruhi seperti makanan yang kurang gizi dan vitamin, cara membaca yang tidak benar.
·         Posisi terbaik untuk membaca adalah duduk dg.posisi buku disandarkan di depan mata bukan diatas meja dengan jarak pandang 33 cm dari mata.

Therapy
·         Karena gangguan refraksi/pembiasan, maka perbaikan dengan perbaikan pembiasan.
·         Yang paling sederhana adalah menggunakan kacamata.
·         Kemudian terjadi perkembangan biomedis sehingga ada lensa kontak yang dapat di tempel di mata.
·         Namun tidak semua orang merasa nyaman menggunakan lensa kontak.
·         Teknik terbaru dg perbaikan organ, teknik pembedahan untuk memperbaiki kornea mata semakin berkembang.


KONDISI DARI KELOPAK MATA

BLEPHARITIS
·         Inflamasi dari garis kelopak mata
·         Staphylococcal infection
·         Symptom:adalah iritasi, terbakar, dan rasa gatal pada area garis kelopok mata dengan kemerahan pada mata.
·         Treatment:membersihkan area garis kelopak mata, kompres hangat dan topical antibiotic ointment.

CHALAZION
·         Inflamasi granulomatous sterile dari kelenjar meibomian dimana tidak ada nyeri di area pembengkakan yang berkembang dalam waktu minggu
·         Traeatment yang diberikan kompres hangat, massage dan expression dari glandular secretion, antibiotic, kortikosteroid diberikan dengan injeksi.

STY (EXTERNAL HORDEOLUM)
·         Infeksi superficial dari kelenjar pelupuk mata dari zein or moll biasanya disebabkan oleh staphylococcus aureus
·         Symptom yang terjadi adalah nyeri subacute, kemerahan, lokasi pembengkakan pada pelupuk mata
·         Treatment yang diberikan kompres hangat, kompres lembab untuk 10-15 menit, 3-4 kali sehari
·         incisi dan drainage dapat diindikasikan. Topical dan sistemik antibiotic dapat diberikan.









CONDITIONS OF THE CONJUNGTIVA/LACRIMAL SAC AND UVEAL TRACT

CONJUNGTIVITIS
·         Inflamasi dari conjungtiva
·         bakteri, chlamydial, viral, fungal, parasitic, immunologic, irritative, penyakit sistemik
·         SYMPTOMS : hyperemia (kemerahan), edema, rasa gatal, terbakar, garukan atau benda asing pada tubuh
·         Treatment yang dapat diberikan topical antibiotic, agent anti inflamasi, irigasi mata,membersihkan area pelupuk mata, kompres hangat.
·         Bila conjungtivitis di sebabkan oleh microorganisme pasien dianjurkan untuk mencegah berpindahnya kontaminasi yang memberi efek mata pada orang lain
·         Menghindari memegang mata dan menggaruk mata, cuci tangan bila menyentuh area mata; baju, handuk, dan sapu tangan secara terpisah

TRACHOMA
·         Chlamydial conjungtivitis
·         Tanpa treatment trachoma menyebabkan scar cornea, fomites, garukan, gigitan serangga.
·         Trachoma dapat dicegah dengan menjaga sanitasi memberi health education.

Symptom Trachoma
·         Rasa gatal
·         Iritasi ringan
·         Inflamasi akut
·         Follicle pada conjungtiva
·         Blurring vision

Klasifikasi dari kemajuan Trachoma terbagi atas empat tahap

Tahap I (incipient trachoma)
·         Follicle immature khususnya tarsal conjungtiva.
·         Bagian atas cornea disana terdapat inncipient pannus (abnormal vascularisasi).



Tahap II (established trachoma)
·         Terdiri dari dua tipe A dan B
·         Tipe A: Follicular hypertrophy is predominant
·         Tipe B: Papilary hypertrophy is predominant (acute trachoma)

Tahap III
·         Early conjungtiva scarring
·         Observasi adanya: increase corneal pannus, scrarimg area conjungtiva

Tahap IV
·         Smooth scaring of the tarsal conjungtiva
·         Vascullar pannus becomes innactive
·         Secondary bacterial increase in the bazard of corneal ulceration
·         Turn lead to blindness

Management Trachoma
·         Trachoma adalah menyebar dengan kontak secara langsung, jadi kebersihan personal adalah factor kunci pencegahan.
·         Isolasi dapat dilakukan dan therapy antibiotic dapat mengontrol penyakit.
·         Medical treatment 3-4 minggu seperti tetracycline atau sulfonamide.

PTERYGIUM
·         Bentuk segitiga dari jaringan connective melebihi pertumbuhan dari intrapalpebral bulbar conjungtiva dengan perpanjangan sampai cornea
·         Disebabkan sinar ultraviolet
·         Surgical removal

DARCRYOCYSTITIS
·         Infeksi dari kantung lacrimal sekunder terhadap saluran nasolacrimal obstruksi.
·         Infants dan adults diatas 40 tahun
·         Dacryocystorhinostomy (prosedur surgical untuk membuat jalan keluar melalui hidung)



UVEITIS
·         Inflamasi dari satu atau semua tiga lapisan struktur dari saluran uveal.
·         Factor penyebab alergent, bakteri, fungi, virus, chemical, trauma, dan penyakit sistemik
·         Symtoms mata nyeri, photophobia, blurring of vision, mata kemerahan.
·         Kortikosteroid local digunakan untuk menurunkan inflamasi dan kacamata serta management nyeri

SYMPATHETIC OPTHALMIA
·         Menghancurkan bilateral uveitis, presipitasi injury pada saluran uveal.
·         Efek penyakit adalah kebutaan bilateral
·         Pengobatan sympathetic ophthalmic dapat diberikan local dan sistemik kortikosteroid, obat cytotoxic dapat diberikan.

CONDITION OF CORNEA (KONDISI DARI KORNEA)

CORNEAL ABRASIONS ( LESI KORNEA)
·         Kerusakan dari lapisan epithelial mata
·         Penyebabnya: trauma, benda asing, penggunaan lensa kontak dalam waktu yang lama
·         Symtomps: kesulitan menutup mata, malposisi dari pelupuk mata atau bulu mata.

MICROBIAL KERATITIS
·         Infeksi dari cornea
·         Penyebabnya: bakteri, viral, fungal, atau parasit
·         Infeksi cornea terjadi karena adanya trauma atau keadaan mekanisme sistemik yang berbahaya
·         Epithelium akan rusak, cornea menjadi tempat terjadinya infeksi. Luka lecet kecil menjadi tempat masuknya bakteri

Treatment patient with Microbial keratitis
·         Pasien dirawat dirumah sakit
·         Diberikan antimicrobial dan pemeriksaan oleh ophthalmologist
·         Sarankan mencuci tangan dengan bersih.
·         Gunakan sarung tangan dalam melakukan nursing intervensi
·         Jaga kebersihan pelupuk mata, berikan kompres dingin, monitor tanda peningkatan IOP, acetaminophen dapat diberikan untuk mengatasi nyeri.

EXPOSURE KERATITIS
·         Cornea yang kering akan diikuti ulceration dan infeksi sekunder.
·         Berkembang bila kelembapan dan perlindungan kelopak mata pada cornea tidak adekuat.
·         Disebabkan dari kondisi seperti exophthalmos, paresis dari saraf ketujuh (saraf facial) atau bell’s palsy
·         Treatment dapat menggunakan lensa mata.

CORNEAL DYSTROPIES
·         Inheriter, perubahan bilateral dari cornea yaitu abnormal posisi.
·         Penyebab tidak diketahui efek pengelihatan tergantung dalam tipe dari dystrophy, dan usia pasien

FUCHS’S DYSTROPHY
·         Efek cornea endothelium dan mekanisme pompa, kerusakan endothelial berasal dari edema cornea, scar, gangguan pengelihatan
·         Wanita banyak mengalami dibandingkan pria.

KERATOCONUS
·         Noninflamasi, progressive pada cornea
·         Biasanya akan berkembang saat puberty dan efek pada wanita lebih banyak daripada pria
·         Penyakit ini irregular astigmatism dan tinggi myopia, tidak dapat dibantu dengan kaca mata
·         Pasien menggunakan lensa kontak dibawah tindakan pembedahan.

CORNEAL TRANSPLANTATION
·         Pemasangan keratoplasty
·         Merupakan microsurgery, full thickeness ditempatkan pada cornea dengan jaringan  dari pendonor
·         Corneal transplantasi digunakan pada pasien corneal dystrophies, corneal degeneration, keratoconus, microbial keratitits, traumatic scar, pigmentasi corneal dan luka bakar chemical
·         Komplikasi surgery termasuk perdarahan , glaucoma, graft rejection